Kata teknologi ini sendiri baru mulai populer pada abad 18 sehubungan dengan revolusi industri di Eropa.
Sebelumnya malah kata teknologi (technology) ini sama sekali tidak ada dalam bahasa Inggris.
Kata technology pertama kali digunakan oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical)
Tidak bisa di pungkiri lagi, teknologi selalu hadir seiring eksistensi manusia. Dimulai pada jaman Adam yang diyakini oleh umat beragama tertentu sebagai manusia pertama yang sudah menggunakan cawat dari daun untuk menutupi tubuh, sampai ke perkembangan teknologi kulit dan hingga sekarang yang bisa menggunakan teknologi baju disertai sensor dan software tertentu.
Teknologi semakin berevolusi. Pada jaman purbakala di mana manusia masih menggunakan kayu, batu, hingga metal dan sekarang dengan teknologi canggih untuk mencari makanan. Bahkan makanan sekarang yang berukuran kecil dengan kandungan gizi tinggi di sebut sebagai suplemen makanan merupakan hasil kemajuan teknologi pangan.

Gbr. Suplemen Makanan (Amino)
Tetapi penggunaan teknologi juga harus dengan etika. Akhir-akhir ini sering diadakan pertemuan para ilmuwan untuk membahas tentang etika dalam teknologi seperti rekayasa genetika, menghidupkan individu mati lewat DNA, bayi tabung, senjata biologi, nuklir, dan masih banyak lagi yang dapat menimbulkan efek melanggar norma manusiawi dan hukum jika di salah gunakan.
Kita di tuntut sekarang untuk dapat mengimbangi kemajuan teknologi, kecuali jika anda hanya ingin menjadi penonton kemajuan dunia ini atau bisa di bilang konsumen sejati hasil teknologi. Maksudnya hanya mampu membeli, membeli, dan membeli bahkan untuk menggunakan teknologi tersebut ia harus menyewa jasa orang lain lagi.

No comments:
Post a Comment